Wisnawati Abubakar Hadiri Sosialisasi Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026
Kepala SDN 16 Anggrek Wisnawati Abubakar, S.Pd menghadiri sosialisasi pelatihan inklusif di Aula Titimenga Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara. Agenda strategis tersebut berlangsung dengan khidmat pada Selasa pagi pekan ini. (12/05/2026)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 9 Tahun 2026. Regulasi tersebut mengatur petunjuk teknis pelaksanaan pelatihan pendidikan inklusif bagi seluruh satuan sekolah.
Wisnawati menyatakan partisipasi sekolah dalam agenda ini sangat krusial demi mendukung hak belajar seluruh siswa. Pihak sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah serta menyenangkan bagi murid di SDN 16 Anggrek.
Pelatihan tingkat dasar ini bertujuan memperkuat paradigma tenaga pendidik mengenai keberpihakan terhadap murid penyandang disabilitas. Seluruh peserta mendapatkan bekal pengetahuan cara memberikan akses pendidikan yang setara serta maksimal bagi anak.
Dinas Pendidikan Gorontalo Utara memandang penting pengembangan keprofesian bagi para kepala sekolah serta guru di wilayahnya. Upaya sistematis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pembelajaran inklusif di tingkat sekolah dasar.
Pelatihan tingkat lanjut juga direncanakan agar guru mampu memfasilitasi kebutuhan belajar spesifik bagi setiap peserta didik. Hal ini mencakup kemampuan mendampingi pengajar lain dalam memberikan layanan bagi penyandang disabilitas nanti.
Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara, Irwan Abudi Usman, secara resmi membuka kegiatan strategis tersebut. Sosok pemimpin ini menekankan pentingnya sinergi antara satuan pendidikan guna mewujudkan visi sekolah inklusif yang nyata.
SDN 16 Anggrek tercatat sebagai salah satu dari puluhan satuan pendidikan yang menjadi peserta aktif dalam agenda tersebut. Wisnawati Abubakar terpantau mengikuti seluruh rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber dinas terkait.
Implementasi pendidikan inklusif di sekolah diharapkan berjalan lancar setelah adanya pemahaman teknis dari sosialisasi ini. Kerja sama lintas sektoral menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan pendidikan yang merata dan adil.
Melalui kegiatan ini, Wisnawati berharap SDN 16 Anggrek semakin siap melayani keberagaman latar belakang siswa. Pendidikan inklusif adalah langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa adanya praktik diskriminasi sedikit pun.


