Empati Tanpa Batas: Guru SDN 16 Anggrek Melayat ke Rumah Duka Tetangga Sekolah

PUTIANA - Wujud kepedulian sosial ditunjukkan oleh dewan guru SDN 16 Anggrek dengan melayat ke rumah duka yang berada tepat di belakang lingkungan sekolah, Selasa (14/4/2026). Almarhum diketahui merupakan kakek dari salah satu siswa kelas II di sekolah tersebut.

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat para guru hadir dan berbaur dengan masyarakat sekitar untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran para pendidik ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap keluarga siswa sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar sekolah.

Salah satu guru, Safrudin Talib, S.Pd., turut memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk empati mendalam.

“Kehadiran kami adalah wujud duka cita sekaligus upaya menjaga hubungan emosional yang baik dengan masyarakat sekitar sekolah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ishak, S.Pd., yang tampak berada di antara para pelayat.

“Kami datang sebagai tetangga terdekat untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga siswa yang sedang berduka,” tuturnya.

Mengingat lokasi rumah duka yang berdekatan dengan sekolah, para guru melayat secara bergantian. Pengaturan ini dilakukan agar proses pembelajaran dan pengawasan terhadap siswa tetap berjalan dengan baik dan aman.

Kegiatan ini menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada aktivitas pembelajaran di kelas, tetapi juga mencakup kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar, tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan siswa.


Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *